Pages

Subscribe:

Labels

Tips Sukses Berprestasi !! 100% work!!!





            Ditepi pantai ada seorang nelayan yang sedang berjemur bemalas malasan menikmati suasana sepanjang hari, datang rekan nelayannya yang hendak prgi melaut seraya berseru “ hei setiap hari kau bermalas malasan tanpa beban tanpa mau berusaha mencari ikan kelaut sana! Tdak sperti saya yg rajin dan bersemangat” kmudian terjadi percakapan :
            Nlayan malas: untuk apa kau melaut?
            Nlayan rajin : mencari ikan sebanyak banyaknya
            Nlayan malas: untuk apa ikan sebanyak banyaknya?
            Nlayan rajin : ku jual dan bisa beli kapal yang lebih bsar
            Nlayan malas: untuk apa kapal besar?
            Nlayan rajin : supaya tangkapan ikanku lebih banyak
            Nlayan malas: setelah tangkapan ikanmu lebih banyak?
            Nlayan rajin : aku bsa beli kapal lagi
            Nlayan malas : setelah kau pnya byak kapal?
            Nlayan rajin : aku bsa sewakan pada nelayan lain, merekrut pkerja, membuka lapangan                                    pekerjaan dan menjadi lebih bermanfaat bagi lingkungan dan menjadi sukses
            Nlayan malas :kemudian apa yang kau lakukan
            Nlayan rajin : barulah aku menikmati hasil KESUKSESSANKU, bersantai ria dan hidup                                  tanpa beban biarkan berjalan seperti air mengalir tanpa perlu mendayung                                   melawan arus lagi.

            Nelayan malas : PIKIRMU APA YANG SDANG SAYA  LAKUKAN SEKARANG??

ya itula tujuan dari kesuksesan dan cara mendapatkannya ada dua opsi, pertama bkerja sperti nelayan diatas atau yang kedua menerapkan  hukum termodinamika abaikan proses yang penting adalah hasil dan efisiensi maksimal dan lakukan perubahan drastis  dan lakukan hal yang mnyenangkan
maka:
1. tujuan akhir dari sukses adalh bersantai  ria dan bermalas malasan, maka abaikan saja prosesnya terutama bagi anda yang giat dan rajin langsung saja beremalas malasan dengan dmikian anda sudah menerapkan hukum termodinamika dan merubah kebiasan dari giat menjadi malas, wah itu luar biasa mnyenangkan, sangat menyenagkan sperti yang saya lakukan selama liburan ini, mnyenangkan sangat mnyenangkan coba aja.

Defek Massa Dan Energi Ikat Inti

Berdasarkan pengukuran laboratorium, massa sebuah inti atom stabil selalu lebih kecil dari total massa nukleon (proton dan netron). Lalu kemanakah hilangnya selisih massa ini? Telah anda ketahui tentang kesetaraan massa energi dalam sebuah persamaan yang dikemukakan oleh Einstein, selisih massa tersebut telah berubah menjadi energi yang bekerja untuk menjaga kestabilan inti atom tersebut. Untuk selanjutnya selisih massa di sebut dengan defek massa dan energi yang bekerja dalam inti atom disebut dengan energi ikat inti atau gaya nuklir (nuclear force).

KAMPUS MILIK SIAPA??

Dimanapun kita berasal bahkan dimanapun kita berada maka jika kita sudah sah secara hukum berada ditempat itu maka itu jadi milik kita selain punya hak kita juga punya tanggung jawab untuk menjaganya. itu seimbang sih antara hak dan kewajiban ,,,,, haha anak kcil juga tau :D :D :D tapi bukan itu maksud saya kita sekarang bicara kampus aja deh so pasti ni kampus megah dengan segala fasilitas yang ada bukanlah milik perorangan apalagi rektor ( mohon maaf pak rektor gk ada maksaut apaapa) ya yang jelas jika milik bersama ya kita gunakan bersama kita jaga bersama tanpa ada merugiakn dan tanpa ada pihak yang merasa dirugikan suuuaaiiiiiiiiiiiii!!!!! suai ajala nah jadi tadi ketemu di puskom deh, ya puskom singkatan dari pusat komputer , mrupakan semua pusat komputerisasi kampus, dan memang ada orang yang memang diamanhkan untuk bertanggung jawab di sana dan tentu dengan segudang tanggung jawab tidak membuat kita sombong dan arogant tentunya, eh sekali lagi saya gk bilang orang puskom arogant lo cuma pengantar nii... okee!! baru mukadimah niii tujuan saya adalah kalo cuma jadi receptionis informan ya itu mah kalo liat sikaapnya tadi saya jadi merasa gk bersalah bilang dia posisi rendahan.. eh emosi deh jadinya,,, bukan itu juga maksud saya.. jangan gara gara kesalahan dan keteledoran kita malah yang jadi disalahkan nama besar instansi atau suatu nama yang besar yang justru pelakunya bukan sebagai apa apa disana :D kacung :D terpaksa sih gue bilang gni critanya :: teteeeetttt:: siang menjelang sore seorang mahasiswa datang ke puskom, niaatnya ntah ngapain gua jga gk tau, yang gue liat pas lagi masuk puskom dan muter muter kyaknya gk dpat tempat duduk, nah trus ada bagian informan atau receptioniist klo di hotel :D lagi nonton anime di depan komputerya puskom sementara kursinya ada kosong dua buah mahasiswa : bang bole numpang duduk disini kerjain tugas bentar bg? kacung puskom : jangan nanti kena marah! Mahaiswa : siapa yang marah? kacung puskom : orang sini nanti marah mahasisswa : oke sip sekilas sih si mahasiswa biasa aja kliatannya mungkin karna emng dh dewaasa kali, tapi coba aja sama orang yang lagi kepepet dan butuh atau buru buru di bilang gitu, jangankan adu mulut adu pukul mau itu :D haahaa maksud saya kalau di bagian biro ya rendah hati lah sedikit tu bukan punya loo!! lo cma lagi bruntung aja ada amanah dstu dan orang lagi butuh lo so jngan sombongg! emang kalo ntar mati lo bisa gali kuburan sendiri :D :

Radioimmunoassay (RIA)

Pengertian Radioimmunoassay Radioimmunoassay merupakan metode laboratorium (in vitro method) untuk mengukur dengan relative tepat jumlah zat yang ada pada tubuh pasien[1] dengan isotop radioaktif yang bercampur dengan antibody yang disisipkan ke dalam sampel. Radioimmunoassay merupakan revolusi dalam pemeriksaan medis. Pada tahun 2009, teknik ini masih revolusioner karena merupakan blueprint untuk pengembangan metode lebih lanjut dalam teknik laboratorium di bidang medis. Dasar-dasar teknik radioimmunoassay (RIA) atau prinsip competitive-binding radioassay ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1950-an oleh Solomon Berson dan Rosalyn Yallow[1,2] untuk memeriksa volume darah, metabolism iodine, menentukan kadar hormone insulin dalam plasma darah. Dengan menggunakan prinsip ini titer atau kadar berbagai hormon, antigen, antibodi, enzim dan obat dalam darah dapat diukur dengan ketepatan dan ketelitian yang sangat tinggi. Karena limit deteksi yang sangat baik ini maka RIA digunakan sebagai peralatan laboratorium standar. RIA memanfaatkan radioaktivitas dari isotop radioaktif yang diinjeksikan ke dalam sampel. Cacahan radiasi dideteksi menggunakan pencacah seperti detector Geiger-Muller, scintillator, dan sebagainya. Pemanfaatan Radioaktivitas Teknik RIA adalah suatu teknik penentuan zat-zat yang berada dalam tubuh berdasarkan reaksi imunologi yang menggunakan tracer radioaktif[3]. Tracer radioaktif adalah isotop radioaktif yang akan meluruh pada melalui proses radioaktivitas. Radioaktivitas adalah proses peluruhan isotop tidak stabil (radioaktif) menjadi isotop yang lebih stabil dengan memancarkan energy melalui materi berupa partikel-partikel (alpha atau beta) ataupun gelombang elektromagnetik (sinar gamma)[4]. Intensitas dari sumber radioaktif dinyatakan oleh transformasi inti rata-rata per satuan waktu. Satuan radioaktivitas dinyatakan dengan Curie (Ci). 1 Ci awalnya didefinisikan sebagai radiasi yang dipancarkan oleh 1 gram 226Ra, tetapi definisi ini diubah sebagai kemurnian dari peningkatan nuklida. Nilai absolute dari 1 Ci sama dengan 3,7×1010 disintegrasi/sekon. Satuan lain dari radioaktivitas adalah Becquerel (Bq), 1 Bq sama dengan 1 disintegrasi/sekon[5,6]. RIA memiliki 2 keampuhan metode[3] antara lain adalah: Pertama, pengukuran radioaktivitas memberikan kepekaan dan ketelitian yang tinggi serta tidak terpengaruh oleh factor-faktor lain yang terdapat dalam system. Kedua, reaksi immunologi berlangsung secara spesifik karena antigen hanya dapat bereaksi dengan antibody yang sesuai dengannya sehingga zat lain atau antigen lain yang tidak sesuai karakteristiknya tidak dapat ikut campur dalam reaksi. Prinsip Kerja Prinsip radioimmunoassay dapat diringkas sebagai persaingan reaksi dalam campuran yang terdiri dari antigen/hormon berlabel radioaktif, antibodi dan antigen/hormon yang tidak berlabel radioisotop. Antigen radioaktif dicampur dengan sejumlah antibodi. Antigen dan antibodi berikatan satu sama lain menjadi satu zat. Kemudian ditambahkan zat yang tidak diketahui jenisnya yang mengandung sedikit antigen. Zat baru ini merupakan zat yang diuji[1,9]. Secara sederhana digambarkan dengan asumsi bahwa antibodi yang dimaksud berkonsentrasi sangat tinggi untuk dikombinasikan dengan antigen atau antigen yang berlabel dalam molekul antibodi. Pada saat ikatan kadar protein dan steroid radioaktif konstan, penghambatan ikatan hormon radioaktif dengan ikatan protein merupakan fungsi dari jumlah hormon nonradioaktif yang berada pada sampel. Secara ringkas, skema proses pengujian zat dengan teknik radioimmunoassay diperlihatkan pada gambar di bawah ini. Gambar 1. Skema singkat proses pengujian zat dengan teknik radioimmunoassay Gambar 1. Skema singkat proses pengujian zat dengan teknik radioimmunoassay Referensi W. “What is Radioimmunoassay?”. 2012. http://www.wisegeek.com/what-is-radioimmunoassay.htm. Conjecture Corporation. Diakses 17 November 2012. Johan S. Masjhur, “Perkembangan Aplikasi Teknologi Nuklir Dalam Bidang Kedokteran”. Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Bandung. Seminar Keselamatan Nuklir. Badan Pengawas Tenaga Nuklir. 2009. Nurcahyadi, Hari. Susila, I.P. Imran, Z.W. “Perekayasaan Pencacah RIA IP10.1 Untuk Diagnosis Kelenjar Gondok”. PRPN-BATAN. “Pengertian Radioaktif/Radioaktivitas”. http://id.shvoong.com/exact-sciences/engineering/. Diakses 17 November 2012. Alpen, E. L. (1995). “Radiation Biophysics”. First edition. Gordon and Breach. New York. “Principle of The Radioimmunoassay”. 2000. https://wprcfs.primate.wisc.edu/assay/riameth.html. University of Wisconsin System Board of Regents. Diakses 17 November 2012. “Nuclide Safety Data Sheet”. Iodine-125. http://safety.uncc.edu/sites/safety.uncc.edu/files/Iodine%20125.pdf. Diakses 17 November 2012. Hadi, K. Ismuji. “Penggunaan Metoda Radioimmunoassay Untuk Menentukan Kadar Hormon Reproduksi“. 1983. Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor. Satoskar, R.S. Bhandarkar, R.S. Rege, N.N. “Pharmacology and Pharmacotherapeutics“. 2009. Popular Prakashan. New revised 21 St Ed. “Principle of The Radioimmunoassay”. 2000. https://wprcfs.primate.wisc.edu/assay/riameth.html. University of Wisconsin System Board of Regents. Diakses 17 November 2012. Pomeranz, Yoshajahu. Leloan, C. E. “Food Analysis: Theory and Practice“. Springer. USA. Third edition.

Seragam PPRF

Powered by 123ContactForm | Report abuse

perkembangan kurikulum indonesia



Kamu pastinya sudah tidak asing lagi dengan apa yang disebut kurikulum atau sebuah program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga pendidikan yang berisi tentang rancangan pembelajaran. Jika kamu ingat kembali masa-masa sekolah, mungkin kamu dibingungkan dengan kurikulum yang berganti-ganti. Lalu sebenarnya sudah berapa kali Indonesia berganti kurikulum?Seperti yang dikutip brilio.net dari kemendikbud.go.id ternyata selama ini Indonesia telah berganti kurikulum sebanyak 11 kali, terhitung sejak Indonesia merdeka. Yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, 2013, dan 2015.Berikut ini sejarah perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia sejak masa awal kemerdekaan:

1. Kurikulum 1947 atau disebut Rentjana Pelajaran 1947
Kurikulum pertama lahir pada masa kemerdekaan ini memakai istilah bahasa Belanda Leerplan artinya rencana pelajaran. Istilah ini lebih populer dibanding istilah curriculum (bahasa Inggris). Perubahan arah pendidikan lebih bersifat politis, dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional. Sedangkan asas pendidikan ditetapkan Pancasila. Kurikulum ini sebutan Rentjana Pelajaran 1947, dan baru dilaksanakan pada 1950.Karena masih dalam suasana perjuangan, pendidikan lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia merdeka, berdaulat, dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. Fokus Rencana Pelajaran 1947 tidak menekankan pendidikan pikiran, melainkan hanya pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat. Materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari, perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani.

2. Kurikulum 1952, Rentjana Pelajaran Terurai 1952
Kurikulum ini merupakan penyempurnaan kurikulum sebelumnya, merinci setiap mata pelajaran sehingga dinamakan Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Paling menonjol sekaligus ciri dari Kurikulum 1952 ini, yaitu setiap pelajaran dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Silabus mata pelajaran menunjukkan secara jelas seorang guru mengajar satu mata pelajaran.

3. Kurikulum 1964, Rentjana Pendidikan 1964
Pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum pada 1964, namanya Rentjana Pendidikan 1964. Ciri-ciri kurikulum ini, pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD. Sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana, yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional atau artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmani.

4. Kurikulum 1968
Lahir pada masa Orde Baru, kurikulum ini bersifat politis dan menggantikan Rentjana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Kurikulum ini bertujuan membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni.Cirinya, muatan materi pelajaran bersifat teoretis, tidak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik sehat dan kuat.

5. Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 menekankan pendidikan lebih efektif dan efisien. Menurut Mudjito, Direktur Pembinaan TK dan SD Departemen Pendidikan Nasional kala itu, kurikulum ini lahir karena pengaruh konsep di bidang manajemen MBO (management by objective). Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI), dikenal dengan istilah satuan pelajaran, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan.

6. Kurikulum 1984
Kurikulum ini mengusung pendekatan proses keahlian. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut "Kurikulum 1975 dismpurnakan". Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).

7. Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999
Kurikulum 1994 merupakan hasil upaya memadukan kurikulum kurikulum sebelumnya, terutama Kurikulum 1975 dan 1984. Sayang, perpaduan antara tujuan dan proses belum berhasil. Sehingga banyak kritik berdatangan, disebabkan oleh beban belajar siswa dinilai terlalu berat, dari muatan nasional sampai muatan lokal. Misalnya bahasa daerah, kesenian, keterampilan daerah, dan lain-lain. Akhirnya, Kurikulum 1994 menjelma menjadi kurikulum super padat.

8. Kurikulum 2004, KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi)
Sebagai pengganti Kurikulum 1994 adalah Kurikulum 2004 disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Suatu program pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok, yaitu pemilihan kompetensi sesuai, spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi, dan pengembangan pembelajaran.KBK memiliki ciri-ciri sebagai berikut, menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal, berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. Kegiatan belajar menggunakan pendekatan dan metode bervariasi, sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.

9. Kurikulum 2006, KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
Kurikulum ini pada dasarnya sama dengan Kurikulum 2004. Perbedaan menonjol terletak pada kewenangan dalam penyusunannya, yaitu mengacu pada jiwa dari desentralisasi sistem pendidikan. Pada Kurikulum 2006, pemerintah pusat menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Guru dituntut mampu mengembangkan sendiri silabus dan penilaian sesuai kondisi sekolah dan daerahnya. Hasil pengembangan dari semua mata pelajaran dihimpun menjadi sebuah perangkat dinamakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

10. Kurikulum 2013
Kurikulum ini adalah pengganti kurikulum KTSP. Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika.

11. Kurikulum 2015
Kurikulum tahun 2015 ini ternyata masih dalam tahap penyempurnaan dari kurikulum 2013. Namun Ujian Nasional yang digelar pada tahun 2015 ternyata menggunakan Kurikulum 2006 yaitu KTSP. Karena, untuk saat ini, siswa yang sekolahnya sudah menggunakan Kurikulum 2013 baru melaksanakan tiga semester.

kuliah pertama ilmu lingkungan

Cerita di awal kuliah ilmu lingkungan,
Ada bnyak yang harus di ambil sebenarnya, dan didapatkan, namun dengan waktu yang singkat cukup untuk melepas kehausan akan berfikir.
Sedikit sentilan
      " belajar lah dari fases!!! Fases sebagai cerminnaan keadilan dari Yang Kuasa,tidak ada yang membedakan manusia manapun, apapun makannnanya hasilnya juga akan sama, tidak ada cerita kalau orang kaya punya fases lebih harum gk ada crita!!
So!! Tetap peduli lingkungan, jngan merusak karna kita tercipta hanya untuk beribadah"

Dan ada beberapa yang akan dilewati dengan mata kulia ini

Ilmu pengetahuaan lingkungan

Kontrak kuliah
1.Quiz
2.tugas. >> mandiri dan berkelompok
3.UTS
4.UAS

Materi
Mnggu 1
1.pengenanlan lingkungan
2.kedudukan ilmu lingkungan sebagai pembelajaran di perguruan tinggii
3.prinsip dasar ilmu lingkungan

Mnggu 2
konsep dasar ilmu lingkungan
1.ekologi sebagai dasar ilmu lingkungan
2.pendekatann ekosistem dalam ilmu lingkungan
3.aplikasi ilmu lingkungan

Mnggu 3 dan 4
Sumber Daya Alam
1.ekosistem darat >> ekosistem alami » hutan tropis dan hutan mangrove
    .                             >> ekosistem buatan» perkebunan ,hutan tanaman,pertanian perkotaan
2.ekosistem perarian >> sungai danau waduk dan laut( padang lamun dan terumbu karang

Minggu  5
Isu Lingkungan
1.permasalahan lingkungan global
GRK ( gas rumah kaca)
Perubahan iklim
Dampak lingkungan global

Minggu 6
Isu lingkungan Nasional dan Global
Banjir
Abrasi
Karhutla dan gambut
Degradasi(perusakan) hutan dan lahan gambut
Pencemaran > tanah,air,udara sanitasi dan limbah

Mnggu 7
Dampak permasalahan lingkungan di tingkat global
Minggu 8
UTS
Bahan bacaan >> Yatna Supriatna  2008. (Melestarikan alam indonesia)
                          >>Odum EP 1996 Ugm >> reece Campbell
    .                     Biology concept and conection penerbun Cummbings Benjamin

    .                     Setiawan dan pahmi. Pengelolaan sumber daya lingkungan. Pnerbit UGM
    .                   Sukajo peranan iptek dalam pengelolaan lingkungan,energi, sumnerdaya dan                            lingkungan yg berkelanjutan
    .        

Minggu
Kebijakan > landasan hukum, instrumen pengelolaan lingkungan
Minggu 10
Upaya pengeloaan lingkungan
1. Perrncanaan
2.pemanfaatan
3.pemeliharaan
4.pengendaliaan
5.pengawasan
6.penegakan hukum

Pengelolaan Lingkungan hidup

Minggu 11
Etika lingkungan
Konsep dasar dan macam macam prinsip etika ljngkungan

Minggu 12
Kearifan lokal
Pendekatan kearifan lokal
Kearifan lokal dalam pengelolaan SDA

Minggu 13
Pengamatan kondisi lingkungan kampus
Lingkungan almi dan buatan

Minggu ke 14 dan 15
Tugas:
Anisis permasalahan lingkungan kampus dan pembuatan laporan serta presentasi

Minggu 16
UAS
Bahan bacaan:
1. Ahmad g dan Anisa 2004 >> pedoman pembinaan pendidikan kependudukan dan lingkhngan hidup disekolah. Pnerbit depdiknas jakarta
2. Agus mulyono 2003
Returasi sungki. UGM press
3.Aras Mulyadi  2005 " hidup bersama sungai"
4.suwondo Damadi H M Yunus 2014
Bioethanla. Pendekatan pengelolaan SDA Berbasis pengetahuan lokal penerbit UR press