Pages

Subscribe:

Labels

be care full

Gara-gara membuat surat izin mengemudi (SIM) palsu dengan menggunakan kertas foto, Andri Eko (24), warga Desa Tenggilis, Kecamatan Gondangwetan, Pasuruan, Jawa Timur, harus berurusan dengan aparat di Kantor Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan, Senin (9/4/2012). 

Diduga pelaku sudah melakukan pemalsuan berbagai jenis SIM bagi sejumlah konsumennya. Terungkapnya kasus pemalsuan itu bermula setelah terjadi kecelakaan yang melibatkan Usman (29), sopir truk yang menabrak jembatan di Desa Kedawungkulon, Kecamatan Grati. Kasus tabrakan pun langsung ditangani petugas lalu lintas dengan mengumpulkan beberapa barang bukti, yaitu SIM B1 dan buku KIR. 

Curiga dengan keaslian SIM B1 tersebut, petugas lantas menginterogasi Usman. Tak lama, Usman mengaku bahwa dirinya mendapatkan SIM B1 palsu dari rekannya sesama sopir, yakni Murtadho (40). Di hadapan petugas, Usman mengaku jika SIM palsu yang dipesan melalui Murtadho dibelinya dengan harga sebesar Rp 15.000 saja. 

Selain itu, Usman juga mengaku jika SIM B1 yang asli kini digadaikan untuk mendapatkan uang. "SIM yang asli saya gunakan sebagai jaminan utang kepada bos saya," kata Usman.

Sedangkan Andri Eko yang diduga kuat menjadi aktor pembuat SIM palsu mengaku baru satu kali berbuat hal tersebut. Dia melakukannya murni untuk menolong Usman yang saat itu membutuhkan SIM untuk bekerja. "Saya baru satu kali ini, ya karena Pak Usman butuh," aku Andri Eko. 

Meski dengan alasan menolong dan desakan ekonomi, ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Dokumen dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. "Barang bukti berupa SIM palsu, mesin scan, dan satu set komputer yang digunakan untuk penggandaan SIM sudah diamankan," ujar Ajun Komisaris Supriyono, Kasatreskrim Polres Pasuruan.

Mengatasi error 5B00 atau P07 pada Canon MP 258/250

Mengatasi error 5B00 atau P07 pada Canon MP 258/250

Printer Canon MP258/MP250 merupakan printer Multifunsi dari vendor Canon. Printer ini tergolong laris dipasaran, karena harga yang murah dan bisa digunakan untuk fasilitas scan dan copy.
Sebagaimana generasi sebelumnya, Canon MP258/MP250 ini juga diproteksi oleh Canon. Ketika jumlah maksimal print di memory MP258/MP250 ini sudah terpenuhi atau full, maka printer MP258/MP250 akan berhenti beroperasi dengan memunculkan pesan di layar monitor Error 5B00 dan di panel LCDnya menunjukkan kode P07.

Pertama-tama download software untuk reset

Berikut ini cara mengatasi MP258 yang error 5B00 atau P07 :

1. Jika printer MP258 yang error 5B00 atau P07 dalam keadaan hidup, matikan printer MP258 tersebut dengan menekan tombol powernya. Tunggu sampai printer MP258 mati.
2. Tekan dan tahan tombol Stop / Reset, kemudian tekan dan tahan tombol Power. Jadi kedua tombol masih dalam keadaan tertekan.
3. Lepas tombol Stop / Reset, kemudian tekan tombol Stop / Reset 2 x (jangan lepas tombol powernya).
4. Kemudian lepaskan kedua tombol secara bersamaan.
Printer MP258 yang error 5B00 atau P07 akan melakukan inisialisasi beberapa saat seperti ketika printer dicoba pertama pada saat beli. Tunggu sampai lcd panel pada printer MP258 yang error 5B00 atau P07 tadi menunjukkan angka 0 (nol).
5. Printer MP258 akan terdeteksi sebagai device baru di komputer anda, walaupun tadinya sudah terpasang driver printer tersebut. Abaikan saja kondisi ini.
6. Kondisi MP258 menampilkan angka 0 (nol) pada lcd panelnya menunjukkan bahwa MP258 dalam keadaan Service Mode dan siap untuk direset menggunakan software.
7. Download program resetter MP258/MP250 untuk error 5B00 atau P07 pada link di bawah postingan ini
8. Siapkan 2 kertas di MP258/MP250, karena nanti akan digunakan untuk proses reset.
9. Buka program resetter MP258/MP250 untuk error 5B00 atau P07
10. Klik “MAIN”, tunggu beberapa saat maka MP258 akan print dengan tulisan ” D=000.0 “
11. Klik ” EEPROM Clear “, kemudian klik ” EEPROM “, MP258/MP250 akan print 1 lembar lagi. Salah satu barisnya tulisannya : TPAGE(TTL=00000 COPY=00000)
12. Kemudian matikan MP258/MP250 dengan menekan tombol Power.
13. Selesai.


kimia organik

Ahli Kimia Organik
Ahli kimia organik pertama di masa dulu adalah kimiawan jerman, Justus van Liebig dan kimiawan Perancis, Jean Baptiste Andre Dumas. Tahun 1830, Liebig menemukan sebuah alat yang membuat analisa organik menjadi cepat, memuaskan dan teliti, dan lembaga laboratoriumnya di Universitas Giessen di Hesse yang kecil menjadi sekolah kimia paling terkenal di dunia. Liebig mengajar sejumlah besar ahli kimia, dan mahasiswanya membantu dalam program penelitiannya. Ia merupakan tokoh terdepan dalam kemunculan universitas penelitian dan gagasan kelompok penelitian. Sebagai profesor di Giessen, dan kemudian di Universitas Munich, ia menekankan penerapan praktis ilmu kimia, khususnya untuk fisiologi, pertanian dan produk konsumsi. Dumas memiliki pengaruh yang sama di Perancis, mengajar mahasiswa dan melakukan penelitian di laboratorium pribadi di Paris.
http://www.faktailmiah.com/wp-content/uploads/2010/09/sejarah-justus-von-liebig-226x300.jpg?89f464
Baik Liebig maupun Dumas pada awalnya menerima skema Berzelian dan mencoba memahami molekul organik sebagai kumpulan radikal yang tidak dikenal dan disatukan secara elektrokimia. Kimiawan Perancis yang lebih muda, Auguste Laurent dan Charles Gerhardt mempelajari reaksi substitusi Klor dan meragukan model mereka. Setelah tahun 1840 Liebig dan Dumas berkiblat pada positivisme. Di tahun 1852, mantan asisten pasca doktoralnya dari Inggris, Edward Frankland, menemukan keberaturan dalam kapasitas penyatuan atom logam dan semi logam tertentu. Di saat yang sama, dua bekas mahasiswa Liebig dan Dumas, Alexander Williamson di London dan Charles Adolphe Wurtz di Paris, secara independen mendekati gagasan yang sama dari arah berbeda. Menggunakan sistem berat atom dan rumus yang dikembangkan oleh Gerhardt dan Laurent – versi modifikasi dari sistem Berzelius yang menggunakan gagasan Avogadro lebih konsisten – mereka mengajukan kalau atom oksigen dapat dikombinasikan dengan dua atom lain yang lebih sederhana, seperti hidrogen, atau dengan dua radikal organik dan kalau atom nitrogen dapat mengikat dengan ketiganya. Inilah awal dari konsep valensi.
http://www.faktailmiah.com/wp-content/uploads/2010/09/charles-adolphe-wurtz.jpg?89f464
Tahun 1858, teoritikus Jerman yang masih muda, August Kekule memperluas konsep ini pada karbon, bukan hanya mengajukan kalau atom karbon adalah tetravalen, namun juga menambahkan gagasan kalau mereka dapat berikatan satu sama lain membentuk rantai, menjadi kerangka molekul dimana atom lain dapat menempel.
http://www.faktailmiah.com/wp-content/uploads/2010/09/kekulec-205x300.jpg?89f464
Teori struktur kimia Kekule memperjelas komposisi ratusan senyawa organik dan menjadi panduan bagi sintesis ribuan senyawa organik lainnya. Atom karbon berantai dikembangkan juga oleh kimiawan Skotlandia secara independen, Archibald Scott Couper. Teori ini mengalami perluasan dramatis saat Kekule berhasil menerapkannya pada senyawa aromatik (setelah 1865) dan setelah Jacobus Henricus van’t Hoff dari Belanda dan Joseph Le Bel dari Perancis secara independen mulai mempelajari struktur molekul dalam tiga dimensi – yang kemudian disebut stereokimia.
Biografi Otto Wallach Ilmuwan Kimia Organik, Nobel Kimiawan Pelopor Minyak Atsiri
Biografi Otto Wallach Ilmuwan Kimia Rusia
Otto Wallach lahir pada tanggal 27 Maret 1847, di Königsberg, Prusia (kini bagian Rusia). Anak laki-laki dari pasangan Gerhard Wallach dan istrinya née Otillie Thoma. Ayahnya adalah seorang pegawai sipil kelas tinggi, menjadi Auditor General di Potsdam. Wallach dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Kimia pada 1910 untuk karyanya pada senyawa alisiklik dan minyak esensial aromatik. Ia paling diakui untuk studinya pada celupan anilina dan karya pionernya dalam kimia organik.
Selama awal masa pendidikannya di Gymnasium Potsdam, Wallach tampak sangat menyukai sejarah dan seni- pada saat itu mata pelajaran seperti kimia sangat sulit diajarkan di tingkat SMP. Pada 1865, ia pergi ke Universitas Göttingen untuk belajar kimia dengan Wöhler, Fittig, dan Hübner namun segera pindah ke Berlin untuk studi selama satu semester di bawah bimbingan A.W. Hofmann dan G. Magnus. 
Setelah 1 semester di Berlin, Wallach kembali ke Göttingen. Ia bekerja begitu keras, sehingga ia mendapat gelar doktornya pada tahun 1869 setelah hanya 5 semester belajar dan meneliti di bawah bimbingan Hübner. Pada saat itu, jam kerja di laboratorium Wöhler adalah dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore, di mana gas sudah dimatikan dan beberapa pekerjaan harus dilakukan dalam kondisi nyala lilin). Tesisnya terkait dengan posisi isomer dalam serangkaian toluena.
Pada tahun 1869 dan 1870, ia menjadi asisten H. Wichelhaus di Berlin, yang mana ia meneliti tentang nitrasi ß-naftol. Pada tahun 1870, Easter menemukannya di Bonn dengan Kekul?. Selanjutnya, Easter sendiri yang menjadi seniman dalam hatinya dan menjadi sangat serius dalam membuat arsitektur jabatannya, menulis kepada Wallach: “Tidak akan menyakitkan bagimu untuk datang ke Bonn. Di sini kami sedang memimpin hidup seniman ilmiah”. Pada tahun yang sama, bagaimanapun, Wallach harus meninggalkan Bonn untuk tugas militer dalam perang Perancis-Prussia.
Pada 1870, Wallach harus meninggalkan studinya untuk dinas militer dalam Perang Prancis-Prusia. Setelah perang, ia mencoba ketiga kalinya untuk menetap di Berlin bekerja di perusahaan baru bernama "Aktien-Gesellschaft für Anilin-Fabrikation" (belakangan firma ini dikenal sebagai Agfa). Oleh karena kesehatan Wallach yang sudah rapuh, tidak tahan dengan uap berbahaya dari pabrik, maka pada tahun 1872, ia Wallach meninggalkan Berlin dan kembali dan pindah ke Universitas Bonn, di mana ia tinggal selama 19 tahun. Ia mulanya menjadi asisten di laboratorium organik, dan berikutnya ditunjuk sebagai dosen pribadi. Di sanalah ia mulai berkarya dalam kimia organik. 
Pada 1876, Wallach diangkat sebagai guru besar Professor luar biasa. Ketika tahun 1879, jabatan Ketua Farmakologi kosong, ia berkewajiban untuk mengisinya, yang memaksanya mengkhususkan diri pada bidang ini. Selama periode ini, ia menemukan senyawa iminoklorida dengan mereaksikan fosfor pentaklorida dengan asam amida. Tapi ketika Kekul menceritakan ketertarikannya pada sebuah lemari yang berisi penuh botol yang mengandung minyak esensial, dan mengundang Wallach untuk mempelajari kandungannya, Wallach tertarik. Wallach pun memasuki bidang studi baru di mana ia menjadi pionir terkenal selama lebih dari satu dekade, dan menjadi kerangka kerja penelitiannya yang utama.
Pada tahun 1884, Wallach menulis karya yang diterbitkan pertama kali dalam teka-teki jajaran berbagai anggota dalam kelompok C10H16, yang mana dalam praktik terbaru saat itu, disebut dengan beragam nama dimulai dari terpena, camfena, citrena, carvena, cinena, cajuputena, eucalyptina, hesperidina dan lain-lain. Penggunaan pereaksi umum seperti asam klorida dan asam bromida, ia berhasil mengenali perbedaan struktur antara senyawa-senyawa ini. Setahun berikutnya, ia bisa membedakan banyak senyawa yang saat itu tampak identik. Pada tahun 1909, ia mempublikasikan hasil studi ekstensifnya dalam bukunya Terpene und Campher, sebuah jilid buku sebanyak 600 halaman yang didedikasikan untuk murid-muridnya.
Penelitian penting Wallach lainnya juga banyak yang harus dicatat; konversi kloral menjadi asam dikloroasetat, serangkaian studi pada amina klorida, imida klorida, amidina, gloksalina dan lain-lain. Juga pada penelitiannya pada pewarna azo, senyawa diazo dan banyak senyawa lainnya. Mereka juga memperhatikan kemampuan praktiknya: seperti Emil Fischer dan Adolf von Baeyer, ia lebih mengandalkan percobaan yang hati-hati dariada pertimbangan teoretis.
Pada 1889, ditunjuk sebagai pengganti Victor Meyer sebagai Kepala Wöhler, yang membuatnya pada saat yang sama, ia diangkat sebagai Direktur Institut Kimia Göttingen. Selama beberapa tahun Wallach mempelajari struktur dan karakter senyawa alisiklik, termasuk hidrogen klorida. Wallach menghabiskan kebanyakan penelitiannya pada struktur molekul minyak esensial. Ia memisahkan dari minyak sekelompok bahan yang harum yang disebutnya terepenes. Pada 1909, ia menerbitkan hasil dan kesimpulannya dalam Terpene und Campher. Itulah studi pada minyak esensial ini yang akan meratakan jalan untuk industri parfum di masa depan. 
Wallach menerima Hadiah Nobel pada tahun 1910 untuk hasil penelitiannya tentang senyawa alisiklik. Di luar Hadiah Nobel, Wallach dihormati dengan sejumlah penghargaan lainnya. Penghargaan lainnya meliputi beasiswa kehormatan dari Himpunan Kimia (Honorary Fellowships of the Chemical Society) pada 1908, gelar Doktorat Kehormatan di Universitas Manchester, Liepzig dan Institut Tekhnologi Braunschweig. Pada tahun 1912, ia menjadi anggota kehormatan di Verein Deutscher Chemiker. Ia menerima Kaiserlicher Adlerorden III. Klasse (Medali Elang dari kerajaan ) pada tahun 1911, Medali Davy Emas dan Perak pada tahun 1912, dan pada tahun 1915 mendapatkan Königlicher Kronorden II. Klasse (Medali Mahkota dari Kerajaan).
Akhirnya, setelah tahun-tahun dinas, Wallach beristirahat dari berkarya dan pensiun pada tahun 1915 dari semua jabatan ini pada awal Perang Dunia I, enam asistennya terbunuh dalam perang. Wallach tidak menikah selama hidupnya, dan ia meninggal di Göttingen pada tanggal 26 Februari 1931, dalam usia 83 tahun. 
Ilmuwan Kimia Senyawa Organik
Hermann Emil Fischer lahir pada 9 Oktober 1852, di Euskirchen, di distrik Cologne. Ayahnya adalah seorang usahawan sukses. Setelah tiga tahun dengan guru privat, Emil pergi ke sekolah setempat dan kemudian menghabiskan dua tahun di sekolah di Wetzlar, dan dua lagi di Bonn di mana ia lulus ujian akhir pada tahun 1869 dengan perbedaan yang besar. Ayahnya menginginkan dia untuk masuk ke bisnis kayu keluarga, tapi Emil berharap untuk mempelajari ilmu-ilmu alam, terutama fisika dan, setelah gagal Emil pengadilan dalam bisnis, ayahnya - yang, menurut otobiografi Nobel, mengatakan bahwa Emil terlalu bodoh untuk menjadi bisnisman - dikirim kepadanya pada tahun 1871 ke Universitas Bonn untuk belajar kimia. Di sana ia menghadiri kuliah-Kekul, Engelbach dan Zincke, dan juga mereka pada Kundt Agustus fisika, dan Paulus Groth pada mineralogi.
Pada tahun 1872 Namun, Emil, yang masih ingin belajar fisika, dibujuk oleh sepupunya Otto Fischer, untuk pergi bersamanya ke Universitas Strasbourg yang baru didirikan, Fischer belajar di Universitas Strasbourg di mana Profesor Rose bekerja pada metode analisis Bunsen. Disini Fischer bertemu Adolf von Baeyer, yang di bawah pengaruh dia akhirnya memutuskan untuk mengabdikan hidupnya untuk kimia. Belajar di bawah von Baeyer, Fischer bekerja di Rose phthalein pewarna yang telah ditemukan dan mendapatkan gelar doktor Ph.D pada tahun 1874 di Strasbourg dengan tesis tentang fluoresceine dan orcin-phthalein. Pada tahun yang sama ia diangkat sebagai asisten instruktur di Strasbourg University dan disini ia menemukan basis hidrazin pertama, phenylhydrazine dan hubungannya dengan hydrazobenzene dan ke asam sulphonic digambarkan oleh Strecker dan Romer. Penemuan phenylhydrazine, dikenal telah disengaja, terkait dengan banyak tugas-tugas selanjutnya Fischer.
Pada tahun 1875 von Baeyer diminta Liebig di University of Munich dan Fischer pergi ke sana bersama dia untuk menjadi seorang asisten dalam kimia organik. Fischer pada tahun 1878 memenuhi syarat sebagai Privatdozent di Munich, di mana ia diangkat sebagai Associate Professor of Analytical Chemistry pada tahun 1879. Pada tahun yang sama ia ditawari, namun menolak, Ketua Kimia di Aix-la-Chapelle. Pada tahun 1881 ia diangkat sebagai profesor kimia di University of Erlangen dan pada tahun 1883 ia diminta oleh Badische Anilin-und-Soda Fabrik untuk mengarahkan laboratorium ilmiah. Fischer, Namun, yang ayahnya kini membuatnya mandiri secara finansial, lebih menyukai karya akademis. Antara tahun 1882-1906 ia menunjukkan melalui penelitiannya bahwa sejumlah senyawa kimia, yang belum dikenal saat itu, seperti adenin, xantin, kafein, asam urat dan guanin semuanya milik keluarga yang homogen dan bisa diturunkan dari situ. 
Senyawa induk tersebut, yang awalnya dianggap hipotetik, disebutnya purin pada tahun 1884 dan disintesis pada tahun 1898. Pada 1888 ia diminta untuk menjadi profesor kimia di University of Wrzburg dan menetap sampai 1892, ia diminta AW Hofmann Ketua kimia di Universitas Berlin. Awal penemuan phenylhydrazine dan pengaruhnya pada tugas-tugas selanjutnya sudah disebut. Sementara ia di Munich, Fisher terus bekerja di hydrazines dan, bekerja di sana dengan sepupunya Otto Fischer, yang telah mengikutinya ke Munich, ia dan Otto bekerja keluar teori baru konstitusi dari pewarna berasal dari triphenylmethane, membuktikan ini oleh eksperimental pekerjaan yang harus benar. Fischer di Erlangen mempelajari prinsip-prinsip aktif teh, kopi dan coklat, yaitu kafein dan theobromine, dan mendirikan susunan rangkaian senyawa di bidang ini, akhirnya disintesis. Namun, karyanya yang paling terkenal adalah pada purin dan gula.
Pekerjaannya, bagaimanpun, di mana ketenaran Fischer terutama berpijak, adalah studi tentang purin dan gula. Karya ini, yang dilakukan antara 1882 dan 1906 menunjukkan bahwa berbagai zat, sedikit dikenal pada waktu itu, seperti adenin, xantina, dalam bahan sayuran, kafein, dan, dalam mengeluarkan hewan, asam urat dan guanin, semua milik keluarga yang homogen dan dapat diturunkan dari satu sama lain dan bahwa mereka berkirim surat ke berbagai hidroksil dan amino turunan dari sistem dasar yang sama dibentuk oleh sebuah struktur nitrogen bicyclic ke mana karakteristik kelompok urea masuk. Orangtua ini substansi, yang pada mulanya ia dianggap sebagai hipotesis, ia disebut purin pada tahun 1884, dan ia disintesis itu pada 1898. Banyak buatan derivatif, kurang lebih analog dengan bahan alami, berasal dari laboratorium antara 1882 dan 1896.
Pada tahun 1884 Fischer memulai karya besarnya pada gula, yang mengubah pengetahuan tentang senyawa ini dan pengetahuan baru yang diperoleh menjadi sebuah kesatuan yang utuh. Bahkan sebelum formula 1880 aldehida glukosa telah diindikasikan, tapi Fischer didirikan dengan serangkaian transformasi seperti oksidasi menjadi asam aldonat dan tindakan phenylhydrazine yang telah ditemukan dan yang memungkinkan pembentukan phenylhydrazones dan osazones. Dengan jalan ke osazone umum, ia mendirikan hubungan antara glukosa, fruktosa dan mannose, yang ia temukan pada 1888. Pada 1890, oleh gluconic dan epimerization antara mannonic asam, ia mendirikan stereokimia sifat dan isomery dari gula, dan antara 1891 dan 1894 ia mendirikan stereokimia konfigurasi dari semua yang diketahui gula dan tepat meramalkan kemungkinan isomer, oleh penerapan cerdik teori tentang atom karbon asimetris Van't Hoff dan Le Bel, yang diterbitkan pada tahun 1874. 
Timbal balik antara berbagai sintesis heksosa oleh isomerization dan kemudian di antara pentosa, heksosa, dan reaksi heptoses oleh degradasi dan sintesis membuktikan nilai sistematika ia telah didirikan. Keberhasilan yang paling besar adalah sintesis glukosa, fruktosa dan mannose pada tahun 1890, mulai dari gliserol. Ini karya monumental pada gula, yang dilakukan antara 1884 dan 1894, diperpanjang oleh pekerjaan lain, yang terpenting adalah studinya atas glucosides. Antara 1899 dan 1908 Fischer membuat kontribusi besar untuk pengetahuan tentang protein. Dia dicari dengan analisis metode yang efektif untuk memisahkan dan mengidentifikasi individu asam amino, menemukan jenis baru dari mereka, asam amino siklik: prolin dan oxyproline. Ia juga mempelajari sintesis protein dengan mendapatkan berbagai asam amino dalam bentuk optis-aktif untuk mempertemukan mereka. Dia mampu menetapkan jenis obligasi yang akan menghubungkan mereka bersama dalam rantai, yaitu ikatan peptida, dan dengan cara ini ia mendapatkan dipeptides dan kemudian tripeptides dan polipeptida. 
Tahun 1901 ia menemukan, bekerja sama dengan Fourneau, sintesis dari dipeptide, glycyl-glisin dan pada tahun itu ia juga menerbitkan karyanya pada hidrolisis kasein. Asam amino yang terjadi di alam sudah siap di laboratorium dan baru ditemukan. Nya oligopeptida sintesis dari memuncak dalam octodecapeptide, yang memiliki banyak karakteristik protein alami. Ini dan pekerjaan selanjutnya menuju pemahaman yang lebih baik dari protein dan meletakkan dasar-dasar untuk nanti studi mereka. Selain karya besarnya dalam bidang yang telah disebutkan, Fischer juga mempelajari enzim dan zat kimia dalam lumut yang sering ditemukan selama liburan di Black Forest, dan juga bahan-bahan yang digunakan dalam penyamakan dan, selama tahun-tahun terakhir kehidupan, lemak. Fischer juga membuat Geheimrat Prusia (Excellenz), dan memegang gelar doktor kehormatan dari Universitas Christiania, Cambridge (Inggris), Manchester dan Brussels. Dia juga menerima penghargaan Order of Merit Prusia dan Orde Maximilian untuk Seni dan Ilmu. Pada tahun 1902 ia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Kimia untuk karyanya pada gula dan sintesis purin.
Pada usia 18 tahun, sebelum ia pergi ke Universitas Bonn, Fischer menderita gastritis, yang menyerang lagi menjelang akhir masa jabatannya dari Ketua di Erlangen dan menyebabkan ia menolak tawaran menggiurkan untuk mengikuti Victor Meyer di Federal Technical University di Zurich dan untuk mengambil satu tahun cuti sebelum ia pergi, pada tahun 1888, untuk Wrzburg. Mungkin penderitaan ini adalah pendahulu dari kanker dari mana ia meninggal. Sepanjang hidupnya ia dilayani dengan baik oleh memori yang baik, yang memungkinkan dia, meskipun ia tidak secara alamiah pembicara yang baik, untuk menghafal naskah ceramah bahwa ia telah menulis. Ia sangat bahagia di Wrzburg di mana ia menikmati berjalan di antara bukit-bukit dan ia juga sering berkunjung ke Black Forest. Pekerjaan administratif, terutama ketika ia pergi ke Berlin, mengungkapkan dirinya sebagai juru kampanye ulet untuk pembentukan dasar-dasar ilmiah, tidak hanya dalam bidang kimia, tetapi dalam bidang pekerjaan lain juga. Tajam-nya pemahaman masalah ilmiah, dengan intuisi dan rasa cinta akan kebenaran dan bukti eksperimental desakan hipotesis, yang ditandai sebagai salah satu ilmuwan yang benar-benar hebat sepanjang masa. 
Fischer juga membuat Geheimrat Prusia (Excellenz), dan memegang gelar doktor kehormatan dari Universitas Christiania, Cambridge (Inggris), Manchester dan Brussels. Dia juga menerima penghargaan Order of Merit Prusia dan Orde Maximilian untuk Seni dan Ilmu. Pada 1888 menikahi Agnes Fischer Gerlach, putri J. von Gerlach, Profesor Anatomi di Erlangen. Sayangnya istrinya meninggal tujuh tahun setelah pernikahan mereka. Mereka memiliki tiga putra, salah satunya terbunuh dalam Perang Dunia Pertama; lain mengambil hidupnya sendiri pada usia 25 tahun sebagai hasil dari pelatihan wajib militer. Anak ketiga, Hermann Otto Laurenz Fischer, yang meninggal pada tahun 1960, adalah Professor of Biochemistry di University of California di Berkeley. Ketika Fischer meninggal 15 Juli 1919 pada umur 66 tahun, Emil Fischer Memorial Medal dilembagakan oleh Jerman Chemical Society. Ia meninggal sebagai seorang kimiawan Jerman yang dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Kimia untuk karyanya pada gula dan sintesis purin pada tahun 1902.
Heinrich Wieland, Nobel Kimiawan Penguasa Kimia Organik dan Biokimia
heinrich-wieland
Heinrich Otto Wieland, Pemenang Hadiah Nobel Kimia Tahun 1927, dilahirkan pada tanggal 4 Juni 1877, sebagai anak laki-laki dari keluarga Württemberger, Dr. Theodor Wieland dan Elise Blom, di kota Pforzheim di mana ayahnya adalah seorang ahli kimia farmasi. Ia kuliah di Universitas Munich, Berlin dan Stutgart, lalu kembali ke Laboratorium Baeyer di Munich, yang mana pada tahun 1901 ia menerima gelar doktoral di bawah bimbingan Johannes Thiele. Di Munich, di mana ia memilih untuk menetap di sana, ia menerima venia legendi pada tahun 1904 dan pada tahun 1913 menerima beasiswa sebagai dosen di Laboratorium Kimia Universitas. Pada tahun 1917, ia memindahkan semua aktivitasnya di Kampus Tekhnik terdekat sebagai Profesor penuh. Dari tahun 1917-1918, ia berada di Institut Kaiser Wilhelm di Berlin-Dahlem, sibuk bekerja di Departemen Pertahanan. Pada tahun 1921, ia menerima panggilan ke Freiburg dan pada tahun 1925, ia kembali ke Munich atas permintaan Willstätter untuk menggantikannya sebagai kepala Universitas Munich. Selama 27 tahun, perkembangan laboratorium Munich berada di tangannya. Penelitian ilmiah Wieland tercatat dalam 400 publikasi, meliputi bidang yang luas dalam kimia organik dan biokimia.
Friedrich Wöhler

Friedrich Wöhler (31 Juli 1800 – 23 September 1882) adalah kimiawan Jerman yang terkenal karena berhasil menyintesis urea. Ia juga dapat memerangkap beberapa unsur kimia.
Ia lahir di Eschersheim. Pada tahun 1823 Wöhler menyelesaikan kuliahnya dalam bidang kedokteran di Heidelberg.
Penerima Nobel Kimia Tahun 1915, Richard Willstätter
Richard Martin Willstätter  dilahirkan di Karlsruhe di Baden pada tanggal 13 Agustus 1872, dan bersekolah dasar di kota kelahirannya dan kemudian, ketika kedua orangtuanya pindah rumah, ia melanjutkan ke Technical School (Sekolah Tekhnik) di Nuremberg. Ketika ia berusia 18 tahun, ia pergi ke Universitas Munich di mana ia belajar Sains, kemudian bekerja di Departemen Kimia di bawah bimbingan Baeyer dan meneta di sana untuk lima belas tahun berikutnya, awalnya sebagai mahasiswa, kemudian dari tahun 1896 bekerja sebagai dosen sambil melakukan penelitiannya sendiri secara independen, hingga di awal tahun 1802, ia menggantikan J. Thiele sebagai Profesor Luar Biasa.
Sebagai seorang anak muda, ia mempelajari dasar-dasar struktur dan sintesis alkaloid tanaman seperti stropin dan kokain. Pada hal ini, seperti penelitian berikutnya mengenai kuinon dan senyawa tie kuinon yang menjadi struktur dasar zat pewarna, ia mencari kemampuan metode kimia yang dibutuhkan agar ia bisa meneliti secara ekstensif dan meneliti pigmen tanaman dan hewan yang lebih rumit. Untuk melakukan semua ini, fasilitas bekerja yang ada di laboratorium munich terlalu terbatas dan ia begitu senang untuk menerima tawaran pertama dari Ketua Profesor yang ia terima pada musim panas tahun 1905. Inilah alasannya ia datang ke Federal Technical College (Kampus Tekhnik Federal) Zurich.
Selama tujuh tahun di Swiss inilah masa terbaik dan masa paling nyata baginya. Tapi ketika penelitian dan dunia pengajaran memberikannya kepuasan yang luar biasa, pada saat yang sama ia menderita ketidakberuntungan secara pribadi dan sering menyendiri. Ia menikmati penelitiannya di Zurich  sehingga ia tidak berpikir pada tahun-tahun tersebut adalah masa tunggu hingga ia dipanggil kembali ke Jerman pada tahun 1912. Untuk hari peringatan Universitas Berlin, Kaiser Wilhelm telah mendirikan sebuah organisasi untuk meningkatkan pengetahuan sains, Society for the Promotion of scientific Knowledge, dan badan ini telah mendirikan Institut Kimia di Berlin/Dahlem. Ia lalu ditawarkan sebuah laboratorium penelitian yang bersamaan dengan beasiswa kehormatan untuk profesor di Universitas Berlin.
Pada dua tahun sebelum pecahnya perang dunia I, ia bersama dengan timnya, bekerjasama sehingga mampu melakukan penelitian pada klorofil dan hubungannya untuk menyelesaikan penelitian pada hemoglobin dan pada pergantian berikutnya, ia melakukan studi pada antosianin, bahan pewarna pada buah dan bunga. Penelitian pada pigmen tanaman ini, khususnya pada klorofil, mendapat penghargaan Hadiah Nobel Kimia (1915), tepat ketika ia telah memutuskan untuk menerima panggilan ke Universitas Munich, dansekali lagi menjadi pengganti gurunya, Adolf von Baeyer, dan mengambil peranan aktif dalam pengajaran universitas .
Pada periode ketika Willstätter melanjutkan pada garis kepentingan mendasar, dan penelitiannya yang brilian dan berhasil, sekarang dikenal sebagai prestasi seorang pionir. Penelitian tentang fotosintesis dan pada alam dan aktivitas enzim yang menjadi awal biokimia modern. Pada saat itu, metode dikembangkan sejauh mendapatkan konzentrat enzim melalui adsorpsi tidak memungkinkan untuk mendapatkan enzim dalam bentuk kristal. Dalam hal ini, Willstätter melakukan penelitian penting ada adsorben, logam hidroksida, hidrogel dan asam silikat. Sebagai tambahan, ia sangat berkonsentrasi pada masalah kimia teoretis. Jadi, ia mencapai sintesis pertama untuk senyawa siklooktatetraena dan membandingkannya dengan benzena; sehingga ia melanjutkan percobaan untuk menghasilkan siklobutadiena.
Karis Willstätter berakhir tragis, ketika melakukan gerakan melawan antisemitisme yang sedang memuncak, ia pun mengumumkan pemberhentian dirinya pada tahun 1924. Ungkapan kepercayaan diri oleh fakultas, mahasiswanya, dan Menteri  gagal untuk mengguncangkan keputusan seorang ahli sains berusia  53 tahun untuk berhenti. Ia memencilkan diri di Munich, dan teta berhubungan dengan beberapa murid-muridnya yang teta berada di Institut dan dengan penggantinya, Heinrich Wieland, yang juga mendapat nominasi Nobel. Tawaran mengejutkan baik dari dalam dan luar negeri ditolak olehnya. Pada tahun 1938, ia melarikan diri dari Gestapo dengan bantuan mahasiswanya A. Stoll dan diusahakan untuk beremigrasi ke Swiss, dan meninggalkan semua kecuali barang-barang yang dipakainya.

Di masa tuanya, ia lewati tiga tahun terakhirnya di Muroalto dekat Lucarno sambil menulis biografinya (Aus meinem Leben, diedit oleh A. Stoll, Verlag Chemie, Weinheim, 1949; edisi berbahasa Inggris From my Life, Benjamin, New York, 1965) hingga ia wafat pada tanggal 3 Agustus 1942 karena serangan jantung.

Cara Membuat Wifi Sendiri di Laptop Tanpa Software

Cara Membuat Wifi Sendiri di Laptop Tanpa Software - Share kembali untuk kali ini Lapkom akan berbagi panduan untuk sharing internet agar bisa di gunakan banyak laptop. Dan untuk sharing yang ingin saya jelaskan yakni sharing internet ad hoc yaitu bawaan dari windows yang bisa untuk membuat koneksi wifi sesama windows. Jadi jika anda mempunyai laptop/komputer dengan OS windows anda bisa sharing koneksi internet anda ke komputer/laptop lain dengan ketentuan OS nya juga harus windows, karena jika yang lain seperti ubuntu, linux tidak akan bisa menerima koneksi yang kita sharing.

Jadi intinya sahring menggunakan ad hoc (computer  to computer) harus sesama windows kalo yang lain tidak bisa. Dengan adanya sharing ad hoc kita akan terbantu, seperti saya yang hanya punya 1 modem tapi ada 2 PC bingung harus bagaimana, mau membeli TPlink mahal, ya jalan satu-satuya memakai sharing komputer itu. langsung saja kita simak tutorial cara sharing laptop/komputer menggunakan ad hoc :

1. Pertama silahkan klik start - control panel - network and internet - network anda sharing center - dan akan seperti gambar di bawah. kik Change adapter settings.


2. Setelah itu tampilannya akan seperti ini. Nah di sini kita pilih yang mana yang akan kita sharing koneksinya? kalo saya pake modem yang bisa di sharing yang terdapat kotak merah dan hitam. 



3. Klik kanan pada kotak merah atau hitam - properties - hilangkan tanda centang "allow other network user to connect" seperti di bawah. kemudian ok, lakukan di

 4. Nah setelah selesai kembali ke network anda sharing center . Klik Set up a connection or Network - pilih Set up anda wireless ad hoc .



5. Nah ini adalah pengisian Nama Network dan Password nya, bertujuan jika anda sharing tidak ada orang lain memakai koneksi se enaknya. isi nama bebas dan password minimal 8 huruf/angka.

6. Dan komputer lain bisa langsung koneksi, jangan lupa internet laptop anda harus tetap nyala jika sharing.
selamat mencoba semoga berhasil, itulah sedikit ulasan yang bisa lapkom berikan semoga anda berhasil untuk sharing dan apabila ada pertanyaan silahkan komentar di bawah. terimakasih.

Cara ALLAH Menyayangi Hamba-Nya

Tidak ada satu rizki yang ALLAH berikan kepada seorang hamba
yang lebih luas baginya daripada sabar.” (HR. al-Hakim)
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Ukhtiy.. Dalam perjalanan hidup ini.. Selalu ada masa rapuh, gagal, sedih, dan putus asa.. Masa itu..
Ialah ketika rasanya badan telah remuk dalam juang. Hati telah tersayat-sayat dalam sabar. Kepala berdenyut dalam lelah. Seluruh daging terasa pegal dalam keletihan. Keringat telah mengering sebelum sempat tangan menyapu. Bahkan mungkin, air mata telah tersihir menjadi sungai..
Itulah cerita bagi kita, yang kadang lelah berjuang, dalam mempertahankan semangat dan keyakinan. :)
“Iman terbagi dua, separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur.” (HR. Baihaqi)
Saudaraku, memang kadang cerita kita tak sama dengan mereka yang terlihat lebih beruntung dari kita. Mungkin terasa, cerita sedih selalu menyempatkan diri mampir di kehidupan kita. Entah dengan cara yang tak biasa, atau tiba-tiba saja datang tanpa peringatan. Entah berupa tak ada uang, tak ada teman, tak ada keberhasilan, atau sekadar tak ada alasan untuk tersenyum.
Kadang, kita merasa apa yang kita perjuangkan tak kunjung menampakkan wujud. Apa-apa yang kita lakukan sia-sia saja. Rasa itu kadang muncul, entah dalam bentuk kegagalan (keberhasilan yang belum tampak), ketidakhirauan khalayak, cemoohan mulut manusia lain, atau mungkin hinaan. Atau fitnah.
Terlebih-lebih.. Ketika kita telah berusaha sekuat tenaga melakukan yang terbaik, mata kanan manusia lain selalu saja tertutup untuk menilainya dengan baik pula. Walau kita tahu, tidak ada alasan untuk berhenti berniat dan berbuat baik, walau dunia tidak berpihak. Tapi mungkin, rasa lelah dan bosan itu selalu punya cara merasuki hati dan pikiran kita.
Kadang, kita merasa tiada teman untuk berbagi. Tiada teman yang mengerti apa yang kita rasa. Tiada teman untuk sekadar dipinjam pundaknya. Semua masalah dan pikiran seakan-akan mengelindan jadi satu di kerangka kepala dan rongga dada kita. Sendirian kita menanggungnya..
Lalu, bersedih adalah cara terwajar yang kita lakukan dalam menghadapi semua alasan untuk mengatakan, “Ah.. Aku lelah..”.
Saudaraku yang baik, selalu ada ALLAH Yang Mahabijak. Selalu ada ALLAH. Insya ALLAH. ALLAH Maha Penyayang, dan cara ALLAH menyayangi berbeda dengan cara manusia. Dari jumlah yang tak terbilang, setiap hamba-Nya ini disayangi-Nya dengan cara-Nya. Khusus. Eksklusif. Dan kadang menghadirkan kejutan yang tak pernah mampu kita nyana.
Dan jika ALLAH Mencintai, semuanya terasa indah, bersama-Nya.. :)
Begitu pula dengan yang hendak ana sampaikan. Mungkin, rasa lelah yang kerap datang menghampiri sela perjuangan ini adalah bentuk kasih sayang ALLAH pada kita. Mungkin, rasa rapuh menghadapi kegagalan adalah bentuk kasih sayang ALLAH pada kita. Dan mungkin, rasa sedih karena merasa sendiri juga bentuk kasih sayang ALLAH pada kita. Bentuk itu dianggaikan dalam lima huruf paling tulus; rindu..
ALLAH rindu kita menyebut nama-Nya ketika lelah, rapuh dan sedih datang bertandang. ALLAH rindu wangi hamparan sajadah malam kita ketika napas terasa berat dan sesak. ALLAH rindu, pada kerinduan kita pada-Nya ketika cerita hidup macam tak berpihak pada kita..
Pergilah pada hambaku lalu timpakanlah berbagai ujian padanya karena Aku ingin mendengar rintihannya.” (HR Thabrani dari Abu Umamah)
Begitulah, Saudaraku.. Cara ALLAH menyayangi kita. Rintihan perih dalam sedih, bisa jadi bentuk cinta yang nyata dari-Nya. Bentuk kerinduan. Bentuk kasih sayang Yang Maha Penyayang.. :)
Mungkin baik kita perhatikan sejenak sekitar kita. Mungkin ada, yang sepertinya tak perlu berusaha banyak untuk dapat meraih sebuah kata sukses. Mungkin ada, apa-apanya dia punya, tinggal kedip mata. Mungkin ada, yang sangat mudah mendapatkan apa yang hampir tak mungkin kita dapatkan.
Sedih? Mungkin..
Tapi mungkin, ALLAH membiarkannya berbahagia di dunia? Entah itu bentuk ujian ALLAH untuknya? Apa masih mampu ia menebalkan iman di dada ketika semua kesenangan telah ada di depan mata? Apa ia masih ingat untuk bersyukur dengan berbagi? Entah.. Mereka yang tahu jawabannya.
Lantas, mungkin begitu pula cara ALLAH menjamin tiket syurga untuk kita? Dengan ujian yang mungkin ‘terasa’ jauh lebih berat dari yang lain? Dengan cerita yang jauh lebih perih dari yang lain? Dengan kisah, di mana ingatan hamba selalu pada-Nya? Maka bukankah itu tandanya Ia sayang pada kita, Saudaraku?
Bagaimana dengan mereka yang hatinya tak pernah ALLAH ketuk barang sekali? ALLAH biarkan mereka terlena dengan kesenangan dunia, dengan kekosongan iman di dadanya. ALLAH tak pilih mereka untuk menikmati nikmat terindah; Islam. ALLAH pilih kita, untuk sebuah janji yang nyata dari-Nya; syurga..
Ah.. Bolehlah ana ingatkan, diri antum dan diri ana pribadi. Mari kita bersyukur.. Setiap tangkai kisah hidup selalu punya makna. Selalu ada rahasia di balik cerita yang dirangkai-Nya. Maka cerita kita sekarang adalah sebuah nyana bahwa ALLAH masih peduli, masih berkenan mengurusi kita. Masih berkenan mengasah kesabaran, keikhlasan, kekuatan, keimanan dan ketaqwaan kita. Masih merindu, masih menyayangi kita..
Namun mungkin, dengan cara yang berbeda.. :)
Yuk, mari kita bangkit. Mari kita semangat. Apapun yang terjadi jangan pernah rasa putus asa kita biarkan bersarang di hati kita. Mari kita haramkan air mata keputusasaan menggantikan air mata kesedihan. Mari kita tanamkan di hati kita.. Bahwa..

“Laa tahzan.. Inallaaha ma’ana..” (Q.S. at-Taubah:40)

8 Keunikan CINTA!

CINTA
1. Cinta adalah perbuatan. Kamu tidak boleh berkata cinta tanpa membuktikan apa yang kamu kata. Kamu perlu buktikan pada orang yang kamu cinta bahawa kamu cinta pada dia.
2. Cinta lebih dari satu perasaan kerana cinta boleh menyebabkan kamu gembira, sedih, tertekan dan alami bermacam-macam perasaan lagi. Cinta juga berubah mengikut mood.
3. Cinta tidak akan mengecewakan orang yang terus mencintai. Kadangkala tidak semua perkara akan berjalan dengan lancar dalam hubungan tetapi kamu tidak akan kecewa jika kamu terus mencintai walaupun dia bukan lagi milik kamu. Melihat dia bahagia dan kamu pula mencari kebahagiaan lain adalah cinta yang hebat.
4. Cinta yang sejati adalah misteri tetapi ada jalan untuk mencapainya. Cinta sejati bermula dari dalam hati dan ia seperti kuasa ghaib yang akan membawa kamu masuk ke alam lain.
5. Cinta adalah suci dan jauh dari dosa. Perasaan cinta akan membuatkan kamu sentiasa ingin melakukan kebaikan. Cinta yang membawa keburukan adalah di sebabkan perasaan dendam dan dengki.
6. Cinta tidak pernah terjadi untuk mencintai rupa paras. Sebaliknya cinta hanya akan muncul apabila kamu mencintai hatinya.
7. Cinta adalah berkorban, memberi dan mengasihi.
8. Cinta tidak boleh di buat-buat kerana ia terjadi dengan sendirinya.

Cara-Cara Mendapatkan CINTA ALLAH!

Cinta Allah
Berikut adalah cara-cara mendapatkan CINTA ALLAH!
Pertama, membaca Al-Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini boleh dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku iaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku.
Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib. Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia iaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta.
Ketiga, terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan zikir kepada-Nya.
Keempat, lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.
Kelima, merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh kerana itu, mu’athilah, fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (kerana mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).
Keenam, memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.
Ketujuh, inilah yang begitu istimewa, iaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.
Kelapan, menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al-Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.
Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shodiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.
Kesepuluh, menjauhi segala sebab yang dapat menghalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.