Pages

Subscribe:

Labels

pembahasan Hukum Termodinamika

1.      a. Jelaskan konsep dasar Hukum Termodinamika II!
b. Jelaskan bagaimankah ketidaksamaan Clausius!
2.      Bagaimanakah hubungan antara Hukum Termodinamika I dan II!
3.      Tentukan entalpi penguapan molar dari karbon tetraklorida yang titik didihnya 76,7oC sesuai aturan Trouton!
4.      Tentukan ∆S dari penguapan 1 mol air pada 100oC yang mempunyai kalor 40.700 J/mol!
5.      Tentukan perubahan entropi suatu gas Argon pada temperatur 25oC dan tekanan 1 atm dalam wadah dengan volume 500 cm3 yang dimampatkan hingga 50 cm3 dan didinginkan sampai -25oC!
6.      Entalpi transisi fase grafit -> intan yang pada tekanan 1 atm pada temperatur 2000 K adalah 1,9 kJ/mol. Tentukan perubahan transisi entropi tersebut!

1.      a. Konsep Dasar Hukum Termodinamika II
Hukum Termodinamika II menyatakan bahwa kondisi-kondisi alam selalu mengarah kepada ketidakteraturan; seluruh alam semesta bergerak menuju keadaan yang semakin tidak teratur, tidak terencana. Secara filosofis, pada kehidupan sehari-hari dalam suatu sistem tertutup tanpa campur tangan dari luar mengakibatkan ketidakteraturan akan semakin bertambah dalam proses yang berlangsung spontan. Entropi alam semesta merupakan entropi lingkungan dan entropi sistem, entropi digunakan untuk menyatakan ketidakteraturan.
∆S univ = ∆S sur + ∆S sys > 0
      b. Ketidaksamaan Clausius
Secara umum, perubahan keadaan disertai dengan perubahan entropi sistem (dS) dan perubahan entropi lingkungannya (dS’). Perubahan entropi keseluruhan bernilai lebih dari nol karena prosesnya mungkin tak reversibel:
dS + dS’ ≥ 0     atau     dS ≥ -dS’
Karena  dengan dq adalah kalor yang diberikan kepada sistem, maka untuk setiap perubahan 

2.      Hubungan Hukum Termodinamika I dan II
Pada Hukum Termodinamika I, pada sistem tertutup perubahan energi dalam setara dengan panas yang diberikan pada sistem (q) dan kerja yang dilakukan terhadap sistem (w):
dU = dq + dw       atau     ∆U = q + w ……………………………… (1)
dimana kerja yang dilakukan sistem:
dw = - P. dV ………………………………………………………… (2)
Pada Hukum Termodinamika II, besarnya entropi setara dengan kalor dan berbanding terbalik dengan suhu:
     atau     dq = T . dS ………………………………………. (3)
dari persamaan (1), (2), dan (3) didapatkan hubungan sebagai berikut:
dU = dq + dw
dU = T . dS – P . dV
Persamaan tersebut berlaku pada segala perubahan reversibel dan irreversibel dari sistem tertutup. Penggabungan Hukum Termodinamika I dan II disebut Persamaan Fundamental.

3.      Diketahui:
Tb = 76,7oC = 349,7 K
Ditanya:
∆H vap CCl4 = ?
Jawab:
∆H vap      = Tb × 85 J K-1 mol-1
                  = 349,7 K × 85 J K-1 mol-1
                  = 29,665 kJ/mol

4.      Diketahui:
n H2O = 1 mol
T = 100oC = 373 K
q = 40.700 J/mol
Ditanya:
∆S penguapan = ?
Jawab:
 
     
     = 109,12 J K-1 mol-1


5.      Diketahui:
Ti = 25oC = 298 K
P = 1 atm
Vi = 500 cm3 = 500 . 10-3 L
Vf = 50 cm3 = 50 . 10-3 L
Tf = -25oC = 248 K
Ditanya:
∆S gas argon = ?
Jawab:
P . V                      = n . R . T
1 atm . 0,5 L          = n . 8,206 . 10-2 L atm K-1 mol-1 . 298 K
0,5                         = 24,45 n mol-1
n                           
  
n                           
 = 0,0204 mol



∆S total     = ∆S1 + ∆S2
                  = -0,39 J K-1 + (-0,047 J K-1)
                  = -0,437 J K-1


6.      Diketahui:
P = 1 atm
T = 2000 K
∆H trans = 1,9 kJ/mol
Ditanya:
∆S trans = ?
Jawab:

Termodinamika

Rumus Dasar Termodinamika

Hukum Termodinamika I
ΔU = Q − W
Keterangan :
ΔU = perubahan energi dalam (joule)
Q = kalor (joule)
W = usaha (joule)
Proses-proses
Isobaris → tekanan tetap
Isotermis → suhu tetap → ΔU = 0
Isokhoris → volume tetap (atau isovolumis atau isometric) → W = 0
Adiabatis → tidak terjadi pertukaran kalor → Q = 0
Siklus → daur → ΔU = 0
Persamaan Keadaan Gas
Hukum Gay-Lussac
Tekanan tetap →
 V/T = Konstan → V1/T1 = V2/T2

Hukum Charles
Volume tetap →
 P/T = Konstan → P1/T1 = P2/T2

Hukum Boyle
Suhu tetap → PV = Konstan → P1V1
 = P2V2

P, V, T Berubah (non adiabatis)
(P1V1)
 / (T1) = (P2V2) / (T2)

Adiabatis
P1V1
 γ= P2V2γ
T1V1
 γ − 1= T2V2γ − 1
γ = perbandingan kalor jenis gas pada tekanan tetap dan volum tetap → γ =
 Cp/Cv 
Usaha
W = P(ΔV) → Isobaris
W = 0 → Isokhoris
W = nRT ln (V2
 / V1) → Isotermis
W = −
 3/2 nRΔT → Adiabatis ( gas monoatomik) 
Keterangan :
T = suhu (Kelvin, jangan Celcius)
P = tekanan (Pa = N/m2)
V = volume (m3)
n = jumlah mol
1 liter = 10−3m3
1 atm = 105
 Pa ( atau ikut soal!)
Jika tidak diketahui di soal ambil nilai
 ln 2 = 0,693 
Mesin Carnot
η = ( 1 −
 Tr / Tt ) x 100 %
η = (
 W / Q1 ) x 100%
W = Q1
 − Q2
Keterangan :
η = efisiensi mesin Carnot (%)
Tr
 = suhu reservoir rendah (Kelvin)
Tt
 = suhu reservoir tinggi (Kelvin)
W = usaha (joule)
Q1
 = kalor masuk / diserap reservoir tinggi (joule)
Q2
 = kalor keluar / dibuang reservoir rendah (joule)



Diktat Termodinakiaka Teknik Mesin
termodinamika 2
Termodinamika 1 
Termodinamika Entropy
Aplikasi TErmodinamika
Contoh Soal dan Pembahasan

Soal No. 1
Suatu gas memiliki volume awal 2,0 m3
 dipanaskan dengan kondisi isobaris hingga volume akhirnya menjadi 4,5 m3. Jika tekanan gas adalah 2 atm, tentukan usaha luar gas tersebut!
(1 atm = 1,01 x 105
 Pa)
Pembahasan
Data
 :
V2
 = 4,5 m3 
V1
 = 2,0 m3 
P = 2 atm = 2,02 x 105
 Pa
Isobaris → Tekanan Tetap

W = P (ΔV)
W = P(V2
 − V1)
W = 2,02 x 105
 (4,5 − 2,0) = 5,05 x 105 joule 
Soal No. 2
1,5 m3
 gas helium yang bersuhu 27oC dipanaskan secara isobarik sampai 87oC. Jika tekanan gas helium 2 x 105 N/m2 , gas helium melakukan usaha luar sebesar....
A. 60 kJ
B. 120 kJ
C. 280 kJ
D. 480 kJ
E. 660 kJ
(Sumber Soal : UMPTN 1995)
Pembahasan
Data :
V1
 = 1,5 m3
T1
 = 27oC = 300 K
T2
 = 87oC = 360 K
P = 2 x 105
 N/m2

W = PΔV
Mencari V2
 :
V2/T2
 = V1/T1
V2
 = ( V1/T1 ) x T2 = ( 1,5/300 ) x 360 = 1,8 m3
W = PΔV = 2 x 105(1,8 − 1,5) = 0,6 x 105
 = 60 x 103 = 60 kJ
Soal No. 3
2000/693
 mol gas helium pada suhu tetap 27oC mengalami perubahan volume dari 2,5 liter menjadi 5 liter. Jika R = 8,314 J/mol K dan ln 2 = 0,693 tentukan usaha yang dilakukan gas helium! 
Pembahasan
Data :
n =
 2000/693 mol
V2
 = 5 L
V1
 = 2,5 L
T = 27oC = 300 K

Usaha yang dilakukan gas :
W = nRT ln (V2
 / V1)
W = (2000/693
 mol) ( 8,314 J/mol K)(300 K) ln ( 5 L / 2,5 L )
W = (2000/693) (8,314) (300) (0,693) = 4988,4 joule
 
Soal No. 4
Mesin Carnot bekerja pada suhu tinggi 600 K, untuk menghasilkan kerja mekanik. Jika mesin menyerap kalor 600 J dengan suhu rendah 400 K, maka usaha yang dihasilkan adalah....
A. 120 J
B. 124 J
C. 135 J
D. 148 J
E. 200 J
(Sumber Soal : UN Fisika 2009 P04 No. 18)
Pembahasan
η = ( 1 −
 Tr / Tt ) x 100 %
Hilangkan saja 100% untuk memudahkan perhitungan :
η = ( 1 −
 400/600) = 1/3
η = (
 W / Q1 ) 
1/3
 = W/600
W = 200 J
Soal No. 5
Diagram P−V dari gas helium yang mengalami proses termodinamika ditunjukkan seperti gambar berikut!
 

http://fisikastudycenter.files.wordpress.com/2010/10/uhtermodinamika5.png
Usaha yang dilakukan gas helium pada proses ABC sebesar....
A. 660 kJ
B. 400 kJ
C. 280 kJ
D. 120 kJ
E. 60 kJ
(Sumber Soal : UN Fisika 2010 P04 No. 17)
Pembahasan
WAC
 = WAB + WBC
WAC
 = 0 + (2 x 105)(3,5 − 1,5) = 4 x 105 = 400 kJ
Soal No. 6
Suatu mesin Carnot, jika reservoir panasnya bersuhu 400 K akan mempunyai efisiensi 40%. Jika reservoir panasnya bersuhu 640 K, efisiensinya.....%
A. 50,0
B. 52,5
C. 57,0
D. 62,5
E. 64,0
(Sumber Soal : SPMB 2004)
Pembahasan
Data pertama:
η = 40% =
 4 / 10
Tt
 = 400 K
Cari terlebih dahulu suhu rendahnya (Tr) hilangkan 100 % untuk mempermudah perhitungan:
η = 1 − (Tr/Tt)
4
 / 10 = 1 − (Tr/400)
(Tr/400) =
 6 / 10
Tr = 240 K

Data kedua :
Tt = 640 K
Tr = 240 K (dari hasil perhitungan pertama)
η = ( 1 −
 Tr/Tt) x 100%
η = ( 1 −
 240/640) x 100%
η = (
 5 / 8 ) x 100% = 62,5%
Soal No. 7
Perhatikan gambar berikut ini!
 

http://fisikastudycenter.files.wordpress.com/2010/10/uhtermodinamika7.png

Jika kalor yang diserap reservoir suhu tinggi adalah 1200 joule, tentukan :
a) Efisiensi mesin Carnot
b) Usaha mesin Carnot
c) Perbandingan kalor yang dibuang di suhu rendah dengan usaha yang dilakukan mesin Carnot
d) Jenis proses ab, bc, cd dan da
Pembahasan
a) Efisiensi mesin Carnot
Data :
Tt = 227oC = 500 K
Tr = 27oC = 300 K
η = ( 1 −
 Tr/Tt) x 100%
η = ( 1 −
 300/500) x 100% = 40%
b) Usaha mesin Carnot
η =
 W/Q1
4/10
 = W/1200
W = 480 joule
c) Perbandingan kalor yang dibuang di suhu rendah dengan usaha yang dilakukan mesin Carnot
Q2
 = Q1 − W = 1200 − 480 = 720 joule
Q2
 : W = 720 : 480 = 9 : 6 = 3 : 2

d) Jenis proses ab, bc, cd dan da
ab → pemuaian isotermis (volume gas bertambah, suhu gas tetap)
bc → pemuaian adiabatis (volume gas bertambah, suhu gas turun)
cd → pemampatan isotermal (volume gas berkurang, suhu gas tetap)
da → pemampatan adiabatis (volume gas berkurang, suhu gas naik)
 
Soal No. 8

http://fisikastudycenter.files.wordpress.com/2010/10/uhtermodinamika8.png

Suatu gas ideal mengalami proses siklus seperti pada gambar P − V di atas. Kerja yang dihasilkan pada proses siklus ini adalah....kilojoule.
A. 200
B. 400
C. 600
D. 800
E. 1000
Pembahasan
W = Usaha (kerja) = Luas kurva siklus = Luas bidang abcda
W = ab x bc
 
W = 2 x (2 x 105) = 400 kilojoule